Sabtu, 23 Desember 2017

Romy Senang Bertemu Kader PPP Tapsel

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad 'Romy' Romahurmuziy mengaku bersyukur bisa menyambangi Sumatera Utara selama 3 hari.

"Alhamdulillah pada kesempatan ini saya bisa berkunjung ke Sumatera Utara," ujar Romy, saat bersilaturahmi ke Kantor DPC PPP Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (18/12).

Ia pun menyebutkan sejumlah agendanya yang ia jalani sejak Senin pagi setibanya di Bandara Ferdinand Lumban Tobing, Tapanuli Tengah.

Anggota Komisi XI DPR RI itu menjelaskan, dirinya telah menyampaikan kuliah umum kepada para mahasantri di kampus IAIN Padang Sidimpuan, dan akan menghadiri pelantikan DPC PPP Tapanuli Tengah malam ini.

"(Hari ini) mulai dari (menyampaikan) kuliah umum, menghadiri pelantikan DPC Tapanuli Tengah," jelas Romy.

Selanjutnya, besok ia akan memberikan kuliah umum pula bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kemudian besok saya mengadakan pelatihan kuliah umum (di hadapan) Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Romy.

Lalu pada Rabu, 20 Desember mendatang, Romy akan memaparkan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatra Utara.

"Dan keesokan harinya lagi saya akan menyampaikan kuliah umum di UIN Sumatra Utara," tegas Romy.

Dalam silaturahmi bersama kader DPC PPP Tapanuli Selatan, Romy juga menuturkan misinya untuk tetap menjaga nama besar partai berlambang ka'bah itu.(***)

FPPP Perjuangkan LGBT Masuk Tindak Pidana

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI Reni Marlinawati mengatakan, terus berupaya memperjuangkan norma ketentuan terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trans-gender masuk dalam UU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), hal itu sebagai perluasan makna dari tindak pidana perzinahan.

"Fraksi PPP DPR RI meminta, agar Anggota Fraksi PPP yang membahas perubahan RKUHP untuk terus memperjuangkan dengan memasukan norma ketentuan LGBT dalam UU KUHP, sebagai perluasan makna dari tindak pidana perzinahan," cetus Reni dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (20/12).

Reni menekankan, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 46/PUU-XIV/2016 soal permohonan penafsiran atas norma tentang zina, pemerkosaan dan perbuatan cabul, sebagaimana tertuang dalam UU KUHP pasal 284, 285 dan 292 UU KUHP harus direspons secara proporsional.

Putusan tersebut menurut Reni bukan berarti MK melegalkan perbuatan LGBT, namun MK menyerahkan perumusan norma soal LGBT ke pembuat undang-undang atau "law maker" yakni DPR dan pemerintah.

"Fraksi PPP juga akan melakukan komunikasi intensif dengan seluruh fraksi di DPR, agar setuju dengan rumusan yang diusulkan Fraksi PPP," tegasnya.

Reni mengungkapkan, upaya tersebut semata-mata dimaksudkan untuk tidak mengabaikan aspirasi dari masyarakat, serta mewujudkan cita-cita hukum Indonesia yang syarat dengan nilai agama, sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945.

Perjuangan PPP itu mengingatkan perjuangan yang juga pernah dilakukan Fraksi PPP, dalam merumuskan UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan puluhan tahun silam.


"Dalam UU Perkawinan itu merumuskan bahwa perkawinan bisa disebut sah jika dilakukan sesuai dengan agama yang dianut," terang Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati. (ppp.oi.id)

IBU MU, IBU MU DAN IBU MU

Kedatangan Nabi Muhammad Saw, membawa berkah spektakuler bagi para kaum hawa. Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw mengangkat derajat kaum wanita - dimana pada strata sosial masyarakat jahilyah ketika itu- kaum wanita dipandang rendah.
Banyak riwayat yang menjelaskan betap Rasulullah Muhammad Saw, begitu memulikan kamu wanita. Di antaranya disebutkan "Surga berada dibawah telapk kaki Ibu" dan kisah sahabat yang bertanya kepada Rasulullah tentang kepada siapa dia harus berbhakti, "Rasulullah menjawab, Ibu mu, lalu kepada siapa lagi, Rasulullah menjawab Ibu mu,lalu kepada siapa lagi, Rasulullah menjawab Ibu mu, lalu kepada siapa lagi, Rasulullah menjawab Ayah mu.
Peranan ibu (wanita) juga sangat luar biasa dalam kehidupan. Dalam sebuah hadist Rosulullah Saw menyatakan bahwa “Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya”.
Selain itu, ibu memiliki fungsi strategis dalam menentukan lahairnya generasi muda yang baik, sebab ibu lah tempat belajar pertama kali bagi setiap insan. Ibu madrasah pertama.
Oleh karena itu, doa ibu adalah wasilah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan surga-Nya Allah Swt. Sejarah telah mencatat tidak sedikit anak yang binasa dan menderita karena durhaka kepada ibunya, seperti cerita sampuraga di Tapanuli Selatan dan Malim Kundang di Tanah Minang, atau cerita tangkuban perahu.
Sebaliknya, banyak orang sukses, baik pemimpin, tokoh, dan para ulama yang sukses karena rintihan do'a yang tidak pernah putus.
Berbahagia lah, bila saat ini ibumu masih diberi nikmat hidup. Gunakan kesempatan yang ada untuk berbhakti, membahagiakan dan merawatnya. Jangan seperti kebanyakan orang, yang menyesali hidupnya karena merasa belum cukup membahagiakan ibunya. Kecewa disebabkan selama ini abai terhadap ibunya. Ingatlah keberadaan ibu mu tidak akan tergantikan dengan kesenangan apapun yang engkau nikmati dalam kehidupan ini. "Kalau sudah tiada, bbaru terasa" jangan sampai anda hanya bisa menyampaikan lirik lagu ini, sebab itu tidak berarti apa-apa lagi.

SELAMAT HARI IBU, UNTUK PARA IBU YANG SANGAT LUAR BIASA DIMANA PUN BERADA. SEMOGA ALLAH TETAP MERAHMATI, MELINDUNGI DAN MERIDHOI SELURUH PARA IBU, AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

TULISAN INI SAYA DEDIKASIKAN UNTUK FATIMAH HIDAYAH NASUTION, IBU DARI PUTRA/I KU ; MHD TAUFIQURRAHMAN HARAHAP, MHD DZAKWAN NAUFAL HARAHAP DAN MAHIRA ZAHWA AZKIA HARAHAP.

Kamis, 21 Desember 2017

MAMA TEMAN TERBAIKKU

Mama, ibu, bunda, umi adalah kata yang berbeda untuk satu arti yang sama. Setiap  orang yang melahirkan atau setiap orang yang memiliki anak pasti akan memiliki sebutan dari salah satu kata tersebut. Termasuk aku, “mama” itulah sebutan untuknya.

Dia orang yang selalu menjaga aku dari aku kecil hingga sekarang. Mama yang luar biasa yang mampu membesarkan aku dan adikku dengan sabar, mama yang hebat yang bisa menjadikan dirinya menjadi sosok seorang ayah yang kuat. Menurutku , seorang anak yang hebat dimulai dari awali didikan orang tuanya, terutama mamanya. Dan orang yang paling dikenal dari diri setiap orang adalah mamanya.
Setiap pagi masih sama seperti biasanya, mama selalu lebih awal bangun dari aku dan adikku. Banyak hal yang sudah mama siapkan dipagi itu, menyiapkan semua kebutuhan untuk kami. Mama juga pergi lebih awal dari kami, mamaku seorang guru di salah satu SMKN yang bisa di bilang cukup jauh dari tempat tinggal kami. walaupun jauh , tapi mama tetap nyaman mengajar disana dengan alasan kekeluargaan disana lebih terasa dari pada di daerah medan atau di daerah perkotaan. Bisa dibilang aku dan mama sama seperti yang lain, sibuk dengan aktivitas masing-masing di pagi sampai sore hari.
Saat malam hari, aku dan mama selalu menyempatkan waktu untuk saling bercerita tentang hal-hal yang kami lewati siang hari tadi. Kami saling mendengarkan dan bergantian untuk cerita, dan sesekali tertawa karena ada saja hal yang lucu jika di ingat. Menurut aku dan mama hal seperti ini sangan perlu, karena hal yang seperti inilah yang akan selalu  diingat dan dirindukan . Aku tak malu untuk menceritakan semua kepada mama, mau itu tentang aku saat di kampus, teman-temanku, maupun tempat makan yang  belum kami kunjungi
Aku, adikku dan mama sering menghabiskan waktu bersama di hari minggu, terkadang kami malas-malasan, menonton televisi, mendengarkan musik, berbelanja ataupun makan dan berkeliling Mall bersama. Sesekali aku juga di ajak mama untuk ikut di acara arisan ataupun acara mama saat bersama temannya. Dan aku sangat suka itu, karena kalau mama sudah bertemu dengan temannya ataupun berkumpul dengan temannya, banyak sekali makanan yang bisa di santap sampai puas.
Tetapi aku terkadang sering membuat mama marah, kami juga sering selisih pendapat. Tapi aku selalu tak bisa tahan marah terlalu lama dengan mama. Karena menurutku, kalau aku marah terlalu lama dengan mama, aku sendiri yang merasa rugi. Karena aku sendiri yang membutuhkan mama.
Menurutku orang yang selalu ada saat aku butuh, saat aku sakit, saat aku butuh pelukan, saat aku ingin menangis mamalah orang yang selalu ada. Mama lebih dari sekedar mama untuk ku, mamaku juga bisa disebut sebagai orang yang tau tentang semua keadaanku. Mamaku juga bisa menjadi temanku. Teman yang paling mengerti, teman yang selalu ada, teman yang ikhlas membantu sampai aku sukses di masa depan.
Tidak ada teman yang setulus mama, dan setiap orang pasti akan merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan saat berada didekat mamanya. (Rizky Audina, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumut)

                                       



DUA MOMENTUM

Mementum Pertama, disela-sela pelaksanaan Mukerwil I DPW PPP Sumatera Utara, berkesempatan foto bersama Ketua Umum DPP PPP Bapak Ir. HM. Romahurmuziy Lubis MT gelar Mangaraja Mutia Hadamean Lubis. Semoga Ketum selalu diberi kesehatan dan kekuatan memimpin PPP yang lebih baik, aaminnnn.
Mementum Kedua : Masih disela-sela Mukerwil I DPW PPP Sumut, karena sudah lama tak berdiskusi dengan Abah H. Fadly Nurzal, S.Ag, begitu bertemu saya langsung diberi julukan baru "Umur". Saat ditanya apa maksud Umur, Abah langsung menjawab Umur itu = Ustadz Mursal. Entah sirius atau bercanda, adinda ucapkan terima kasih atas permberian julukan tersebut.
-------------------------------------------------------
Umur secara sederhana adalah jatah hidup manusia yang telah ditetapkan Allah Swt. Umur juga dapat diartikan batas kehidupan manusia di dunia. Umur juga menunjukkan kelompok manusia (anak-anak, remaja, dewasa/muda/tua). 


Umur adalah torehan sejarah hidup. Umur adalah lawan dari kematian. Intinya umur adalah nasehat yang setiap saat lekat dengan insan.
Kita jangan pernah bangga, ketika umur sudah puluhan tahun, kalau kita belum mampu memanfaatkan nikmat umur untuk ibadah secara maksimal. Sebab saat diakhirat nanti, Yang Memberi Umur (Allah Swt) akan menagih pertanggungjawaban kita, kemana umur kita habiskan?
-------------------------------------------------------
Nasehat Abah ini memang luar biasa, sekaligus menjadi dorongan kuat agar saya dapat memaksimalkan umur untuk kebaikan. Semoga Allah Swt memberi balasan yang terbaik bagi Abah, tetap sehat, sukses dan "Tetaplah menjadi guru sekaligus Abah bagi Saya"

Selasa, 12 September 2017

DIDUKUNG SEKJEN DPP PPP, AZRAI MAKIN MANTAP MAJU DI PILKADA BATUBARA

Langkah Azrai Rangkuti untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah secara serentak (Pilkada) 2018 mendatang, semakin mantap. Selain semakin banyaknya dukungan yang diberikan masyarakat dan tokoh Batubara, ternyata pengurus DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga sudah memberi sinyal kuat.
Sekretaris DPC PPP Kab. Batubara Azrai Rangkuti
Meskipun itu masih pernyataan yang bersifat pribadi, namun karena yang memberi statement adalah elit PPP Pusat, tentu memberi harapan besar, bahwa perjuangan ini akan direstui DPP PPP. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Batubara Azrai Rangkuti, S.Ag menjawab pertanyaan media, kemarin di Batubara, seputar kans atau peluangannya untuk maju di Pilkada Batubara.
Azrai mengaku telah mendapatkan dukungan dari unsur DPP dalam upaya merebut posisi pimpinan eksekutif daerah itu. Angin segar dari pengurus DPP tersebut dikatakannya, paling tidak disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani pada pertemuan internal disaat kunjungan kerja ke Sumatera Utara.
“Sekretaris Umum menyatakan dukungannya bahwa dia akan mempermudah proses kalau ada kader yang maju, apalagi kalau itu jajaran pengurus partai. Dia tidak akan tawar-tawar,” jelas Azrai.
Ia mengungkapkan, pernyataan dukungan unsur DPP itu, menyambut sikap DPW PPP, dimana dalam pertemuan itu mengutarakan mengenai peluang kader partai pada Pilkada serentak 2018 di Batubara.
Lebih lanjut Azrai menyebutkan, PPP Batubara yang saat ini memiliki tiga kursi di legislatif. Jika dihitung syarat minimal pengajuan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yakni 7 kursi, maka PPP harus berkoalisi dengan partai politik yang lain untuk dapat mengusung pasangan calon kepala daerah.
Upaya koalisi sejauh ini terus dibangun dengan melakukan berbagai komunikasi politik.  PPP sebagai partai Islam, tentu kita akan mencari teman koalisi yang satu visi dan misi membangun Batubara yang lebih maju dan masyarakatnya sejahtera.

 “Koalisi itu terbuka. Siapa saja yang satu visi dengan kita dan mau berbuat maksimal untuk Batubara. Jangan setelah mendapatkan kekuasaan lalu kemudian berbuat yang tidak baik kepada masyarakat,” tegas Azrai yang berlatar belakang pengusaha itu. (***)

Senin, 11 September 2017

AZRAI RANGKUTI : MASYARAKAT BATUBARA HARUS LEBIH SEJAHTERA

Menjelang suksesi kepala daerah di Kabupaten Batubara, telah menghangatkan situasi dan dinamika politik. Beberapa putra terbaik Batubara kini sedang mempersiapkan diri untuk berjuang merebut hati dan pilihan masyarakat Batubara.
Latar belakang para bakal calon kepala daerah Batubara sangat beragam, mulai dari politisi, birokrasi, TNI, pengusaha dan tokoh masyarakat. Proses yang memang belum dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah. Namun demikian, tebar pesona serta membangun image sudah dilakukan para bakal calon tersebut.
Satu dari bebarapa bakal calon tersebut, ada nama Azrai Rangkuti, S.Ag (foto).
Azrai Rangkuti, S.Ag (berdiri) pada acara LKKM DPW PPP Sumut
Ia adalah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab. Batubara dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PPP Kab. Batubara.
Secara opini, mungkin nama ini kurang tenar dikalangan media. Sakin tidak populernya, sangat susah mencari gambarnya di mesin pencari google. Namun, kiprahnya di tengah-tengah masyarakat, sejak terjun ke dunia politik sudah banyak dirasakan. Azrai Rangkuti bagi sebagian besar masyarakat Batubara sudah tidak asing lagi, termasuk ditataran elitnya.
Selain seorang tokoh muda yang ikut memperjuangkan pemekaran Kab. Batubara dari Asahan sebagai kabupaten induk, Azrai sudah berkecimpun di dunia organisasi sejak masih kuliah di IAIN Sumatera Utara (sekarang UIN Sumut). Azrai pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bahkan sampai menjadi pengurus di tingkat Cabang Medan.
Tentu dengan modal itu, Azrai diyakini memiliki kemampuan untuk memimpin Kabupaten Batubara menjadi lebih maju dan sejahtera. Idealisme dan loyalitas yang dimilikinya, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat mampu mendorong perubahan dan percepatan pembangunan di Kab.Batubara.
Azrai yang lahir pada 15 Oktober 1869, selain pernah kuliah di IAIN Sumut, juga seorang santri. Ia pernah nyantri di Pondok Pesantren Darul Arqom Kerasaan. Artinya dari sisi religius, dapat diyakini bahwa Azrai memilliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai. Dan dengan modal itu, Azrai diharapkan mampu mengejawantahkan nilai dan ajaran Islam dalam membangun Batubara, bila Allah Swt men-taqdir-kannya sebagai kepala daerah.
Sementara dari sisi partai politik, munculnya nama Azrai Rangkuti yang digadang-gadang menjadi salah satu bakal calon kepala daerah, apakah di posisi Bupati atau Wakil Bupati, ini mengingatkan kita pada tahun 2013. Dimana saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Ketua DPW PPP Sumut H. Fadly Nurzal, S,Ag maju berpasangan dengan Chairuman Harahap.
Meskipun pada akhirnya, Fadly Nurzal dan Chairuman tidak menjadi pemenang, namun tradisi mengusung kader sendiri pada perhelatan suksesi kepala daerah sudah ditegakkan. Dan sejatinya partai politik termasuk PPP harus mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk maju dalam sukses kepala daerah, bukan saja di sukses pemilihan anggota legislatif.
Sebab dengan memajukan kader sendiri, secara otomatis kondisi dapat dijadikan tolok ukur sejauhmana tingkat elektabilitas partai tersebut di tengah-tengah masyarakat. Itu jugalah salah satu motivasi dan dorongan Azrai Rangkuti mempersiapkan diri menyongsong pemilihan kepala daerah serentak yang salah satunya di Kabupaten Batubara.
Arzai yang juga dikenal sebagai pengusaha muslim sejati, memiliki mimpi dan cita-cita besar untuk menciptakan masyarakat Batubara yang lebih sejahtera lahir dan bathin. Tentu untuk mewujudkan cita-cita tersebut dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan seluruh masyarakat Batubara. Dan yang paling penting sangat tergantung dengan Ketentuan dan Ridho Allah Swt. (***)