Sabtu, 23 Desember 2017

IBU MU, IBU MU DAN IBU MU

Kedatangan Nabi Muhammad Saw, membawa berkah spektakuler bagi para kaum hawa. Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw mengangkat derajat kaum wanita - dimana pada strata sosial masyarakat jahilyah ketika itu- kaum wanita dipandang rendah.
Banyak riwayat yang menjelaskan betap Rasulullah Muhammad Saw, begitu memulikan kamu wanita. Di antaranya disebutkan "Surga berada dibawah telapk kaki Ibu" dan kisah sahabat yang bertanya kepada Rasulullah tentang kepada siapa dia harus berbhakti, "Rasulullah menjawab, Ibu mu, lalu kepada siapa lagi, Rasulullah menjawab Ibu mu,lalu kepada siapa lagi, Rasulullah menjawab Ibu mu, lalu kepada siapa lagi, Rasulullah menjawab Ayah mu.
Peranan ibu (wanita) juga sangat luar biasa dalam kehidupan. Dalam sebuah hadist Rosulullah Saw menyatakan bahwa “Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya”.
Selain itu, ibu memiliki fungsi strategis dalam menentukan lahairnya generasi muda yang baik, sebab ibu lah tempat belajar pertama kali bagi setiap insan. Ibu madrasah pertama.
Oleh karena itu, doa ibu adalah wasilah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan surga-Nya Allah Swt. Sejarah telah mencatat tidak sedikit anak yang binasa dan menderita karena durhaka kepada ibunya, seperti cerita sampuraga di Tapanuli Selatan dan Malim Kundang di Tanah Minang, atau cerita tangkuban perahu.
Sebaliknya, banyak orang sukses, baik pemimpin, tokoh, dan para ulama yang sukses karena rintihan do'a yang tidak pernah putus.
Berbahagia lah, bila saat ini ibumu masih diberi nikmat hidup. Gunakan kesempatan yang ada untuk berbhakti, membahagiakan dan merawatnya. Jangan seperti kebanyakan orang, yang menyesali hidupnya karena merasa belum cukup membahagiakan ibunya. Kecewa disebabkan selama ini abai terhadap ibunya. Ingatlah keberadaan ibu mu tidak akan tergantikan dengan kesenangan apapun yang engkau nikmati dalam kehidupan ini. "Kalau sudah tiada, bbaru terasa" jangan sampai anda hanya bisa menyampaikan lirik lagu ini, sebab itu tidak berarti apa-apa lagi.

SELAMAT HARI IBU, UNTUK PARA IBU YANG SANGAT LUAR BIASA DIMANA PUN BERADA. SEMOGA ALLAH TETAP MERAHMATI, MELINDUNGI DAN MERIDHOI SELURUH PARA IBU, AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

TULISAN INI SAYA DEDIKASIKAN UNTUK FATIMAH HIDAYAH NASUTION, IBU DARI PUTRA/I KU ; MHD TAUFIQURRAHMAN HARAHAP, MHD DZAKWAN NAUFAL HARAHAP DAN MAHIRA ZAHWA AZKIA HARAHAP.

Kamis, 21 Desember 2017

MAMA TEMAN TERBAIKKU

Mama, ibu, bunda, umi adalah kata yang berbeda untuk satu arti yang sama. Setiap  orang yang melahirkan atau setiap orang yang memiliki anak pasti akan memiliki sebutan dari salah satu kata tersebut. Termasuk aku, “mama” itulah sebutan untuknya.

Dia orang yang selalu menjaga aku dari aku kecil hingga sekarang. Mama yang luar biasa yang mampu membesarkan aku dan adikku dengan sabar, mama yang hebat yang bisa menjadikan dirinya menjadi sosok seorang ayah yang kuat. Menurutku , seorang anak yang hebat dimulai dari awali didikan orang tuanya, terutama mamanya. Dan orang yang paling dikenal dari diri setiap orang adalah mamanya.
Setiap pagi masih sama seperti biasanya, mama selalu lebih awal bangun dari aku dan adikku. Banyak hal yang sudah mama siapkan dipagi itu, menyiapkan semua kebutuhan untuk kami. Mama juga pergi lebih awal dari kami, mamaku seorang guru di salah satu SMKN yang bisa di bilang cukup jauh dari tempat tinggal kami. walaupun jauh , tapi mama tetap nyaman mengajar disana dengan alasan kekeluargaan disana lebih terasa dari pada di daerah medan atau di daerah perkotaan. Bisa dibilang aku dan mama sama seperti yang lain, sibuk dengan aktivitas masing-masing di pagi sampai sore hari.
Saat malam hari, aku dan mama selalu menyempatkan waktu untuk saling bercerita tentang hal-hal yang kami lewati siang hari tadi. Kami saling mendengarkan dan bergantian untuk cerita, dan sesekali tertawa karena ada saja hal yang lucu jika di ingat. Menurut aku dan mama hal seperti ini sangan perlu, karena hal yang seperti inilah yang akan selalu  diingat dan dirindukan . Aku tak malu untuk menceritakan semua kepada mama, mau itu tentang aku saat di kampus, teman-temanku, maupun tempat makan yang  belum kami kunjungi
Aku, adikku dan mama sering menghabiskan waktu bersama di hari minggu, terkadang kami malas-malasan, menonton televisi, mendengarkan musik, berbelanja ataupun makan dan berkeliling Mall bersama. Sesekali aku juga di ajak mama untuk ikut di acara arisan ataupun acara mama saat bersama temannya. Dan aku sangat suka itu, karena kalau mama sudah bertemu dengan temannya ataupun berkumpul dengan temannya, banyak sekali makanan yang bisa di santap sampai puas.
Tetapi aku terkadang sering membuat mama marah, kami juga sering selisih pendapat. Tapi aku selalu tak bisa tahan marah terlalu lama dengan mama. Karena menurutku, kalau aku marah terlalu lama dengan mama, aku sendiri yang merasa rugi. Karena aku sendiri yang membutuhkan mama.
Menurutku orang yang selalu ada saat aku butuh, saat aku sakit, saat aku butuh pelukan, saat aku ingin menangis mamalah orang yang selalu ada. Mama lebih dari sekedar mama untuk ku, mamaku juga bisa disebut sebagai orang yang tau tentang semua keadaanku. Mamaku juga bisa menjadi temanku. Teman yang paling mengerti, teman yang selalu ada, teman yang ikhlas membantu sampai aku sukses di masa depan.
Tidak ada teman yang setulus mama, dan setiap orang pasti akan merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan saat berada didekat mamanya. (Rizky Audina, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumut)

                                       



DUA MOMENTUM

Mementum Pertama, disela-sela pelaksanaan Mukerwil I DPW PPP Sumatera Utara, berkesempatan foto bersama Ketua Umum DPP PPP Bapak Ir. HM. Romahurmuziy Lubis MT gelar Mangaraja Mutia Hadamean Lubis. Semoga Ketum selalu diberi kesehatan dan kekuatan memimpin PPP yang lebih baik, aaminnnn.
Mementum Kedua : Masih disela-sela Mukerwil I DPW PPP Sumut, karena sudah lama tak berdiskusi dengan Abah H. Fadly Nurzal, S.Ag, begitu bertemu saya langsung diberi julukan baru "Umur". Saat ditanya apa maksud Umur, Abah langsung menjawab Umur itu = Ustadz Mursal. Entah sirius atau bercanda, adinda ucapkan terima kasih atas permberian julukan tersebut.
-------------------------------------------------------
Umur secara sederhana adalah jatah hidup manusia yang telah ditetapkan Allah Swt. Umur juga dapat diartikan batas kehidupan manusia di dunia. Umur juga menunjukkan kelompok manusia (anak-anak, remaja, dewasa/muda/tua). 


Umur adalah torehan sejarah hidup. Umur adalah lawan dari kematian. Intinya umur adalah nasehat yang setiap saat lekat dengan insan.
Kita jangan pernah bangga, ketika umur sudah puluhan tahun, kalau kita belum mampu memanfaatkan nikmat umur untuk ibadah secara maksimal. Sebab saat diakhirat nanti, Yang Memberi Umur (Allah Swt) akan menagih pertanggungjawaban kita, kemana umur kita habiskan?
-------------------------------------------------------
Nasehat Abah ini memang luar biasa, sekaligus menjadi dorongan kuat agar saya dapat memaksimalkan umur untuk kebaikan. Semoga Allah Swt memberi balasan yang terbaik bagi Abah, tetap sehat, sukses dan "Tetaplah menjadi guru sekaligus Abah bagi Saya"

Selasa, 12 September 2017

DIDUKUNG SEKJEN DPP PPP, AZRAI MAKIN MANTAP MAJU DI PILKADA BATUBARA

Langkah Azrai Rangkuti untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah secara serentak (Pilkada) 2018 mendatang, semakin mantap. Selain semakin banyaknya dukungan yang diberikan masyarakat dan tokoh Batubara, ternyata pengurus DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga sudah memberi sinyal kuat.
Sekretaris DPC PPP Kab. Batubara Azrai Rangkuti
Meskipun itu masih pernyataan yang bersifat pribadi, namun karena yang memberi statement adalah elit PPP Pusat, tentu memberi harapan besar, bahwa perjuangan ini akan direstui DPP PPP. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Batubara Azrai Rangkuti, S.Ag menjawab pertanyaan media, kemarin di Batubara, seputar kans atau peluangannya untuk maju di Pilkada Batubara.
Azrai mengaku telah mendapatkan dukungan dari unsur DPP dalam upaya merebut posisi pimpinan eksekutif daerah itu. Angin segar dari pengurus DPP tersebut dikatakannya, paling tidak disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani pada pertemuan internal disaat kunjungan kerja ke Sumatera Utara.
“Sekretaris Umum menyatakan dukungannya bahwa dia akan mempermudah proses kalau ada kader yang maju, apalagi kalau itu jajaran pengurus partai. Dia tidak akan tawar-tawar,” jelas Azrai.
Ia mengungkapkan, pernyataan dukungan unsur DPP itu, menyambut sikap DPW PPP, dimana dalam pertemuan itu mengutarakan mengenai peluang kader partai pada Pilkada serentak 2018 di Batubara.
Lebih lanjut Azrai menyebutkan, PPP Batubara yang saat ini memiliki tiga kursi di legislatif. Jika dihitung syarat minimal pengajuan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yakni 7 kursi, maka PPP harus berkoalisi dengan partai politik yang lain untuk dapat mengusung pasangan calon kepala daerah.
Upaya koalisi sejauh ini terus dibangun dengan melakukan berbagai komunikasi politik.  PPP sebagai partai Islam, tentu kita akan mencari teman koalisi yang satu visi dan misi membangun Batubara yang lebih maju dan masyarakatnya sejahtera.

 “Koalisi itu terbuka. Siapa saja yang satu visi dengan kita dan mau berbuat maksimal untuk Batubara. Jangan setelah mendapatkan kekuasaan lalu kemudian berbuat yang tidak baik kepada masyarakat,” tegas Azrai yang berlatar belakang pengusaha itu. (***)

Senin, 11 September 2017

AZRAI RANGKUTI : MASYARAKAT BATUBARA HARUS LEBIH SEJAHTERA

Menjelang suksesi kepala daerah di Kabupaten Batubara, telah menghangatkan situasi dan dinamika politik. Beberapa putra terbaik Batubara kini sedang mempersiapkan diri untuk berjuang merebut hati dan pilihan masyarakat Batubara.
Latar belakang para bakal calon kepala daerah Batubara sangat beragam, mulai dari politisi, birokrasi, TNI, pengusaha dan tokoh masyarakat. Proses yang memang belum dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah. Namun demikian, tebar pesona serta membangun image sudah dilakukan para bakal calon tersebut.
Satu dari bebarapa bakal calon tersebut, ada nama Azrai Rangkuti, S.Ag (foto).
Azrai Rangkuti, S.Ag (berdiri) pada acara LKKM DPW PPP Sumut
Ia adalah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab. Batubara dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PPP Kab. Batubara.
Secara opini, mungkin nama ini kurang tenar dikalangan media. Sakin tidak populernya, sangat susah mencari gambarnya di mesin pencari google. Namun, kiprahnya di tengah-tengah masyarakat, sejak terjun ke dunia politik sudah banyak dirasakan. Azrai Rangkuti bagi sebagian besar masyarakat Batubara sudah tidak asing lagi, termasuk ditataran elitnya.
Selain seorang tokoh muda yang ikut memperjuangkan pemekaran Kab. Batubara dari Asahan sebagai kabupaten induk, Azrai sudah berkecimpun di dunia organisasi sejak masih kuliah di IAIN Sumatera Utara (sekarang UIN Sumut). Azrai pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bahkan sampai menjadi pengurus di tingkat Cabang Medan.
Tentu dengan modal itu, Azrai diyakini memiliki kemampuan untuk memimpin Kabupaten Batubara menjadi lebih maju dan sejahtera. Idealisme dan loyalitas yang dimilikinya, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat mampu mendorong perubahan dan percepatan pembangunan di Kab.Batubara.
Azrai yang lahir pada 15 Oktober 1869, selain pernah kuliah di IAIN Sumut, juga seorang santri. Ia pernah nyantri di Pondok Pesantren Darul Arqom Kerasaan. Artinya dari sisi religius, dapat diyakini bahwa Azrai memilliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai. Dan dengan modal itu, Azrai diharapkan mampu mengejawantahkan nilai dan ajaran Islam dalam membangun Batubara, bila Allah Swt men-taqdir-kannya sebagai kepala daerah.
Sementara dari sisi partai politik, munculnya nama Azrai Rangkuti yang digadang-gadang menjadi salah satu bakal calon kepala daerah, apakah di posisi Bupati atau Wakil Bupati, ini mengingatkan kita pada tahun 2013. Dimana saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Ketua DPW PPP Sumut H. Fadly Nurzal, S,Ag maju berpasangan dengan Chairuman Harahap.
Meskipun pada akhirnya, Fadly Nurzal dan Chairuman tidak menjadi pemenang, namun tradisi mengusung kader sendiri pada perhelatan suksesi kepala daerah sudah ditegakkan. Dan sejatinya partai politik termasuk PPP harus mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk maju dalam sukses kepala daerah, bukan saja di sukses pemilihan anggota legislatif.
Sebab dengan memajukan kader sendiri, secara otomatis kondisi dapat dijadikan tolok ukur sejauhmana tingkat elektabilitas partai tersebut di tengah-tengah masyarakat. Itu jugalah salah satu motivasi dan dorongan Azrai Rangkuti mempersiapkan diri menyongsong pemilihan kepala daerah serentak yang salah satunya di Kabupaten Batubara.
Arzai yang juga dikenal sebagai pengusaha muslim sejati, memiliki mimpi dan cita-cita besar untuk menciptakan masyarakat Batubara yang lebih sejahtera lahir dan bathin. Tentu untuk mewujudkan cita-cita tersebut dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan seluruh masyarakat Batubara. Dan yang paling penting sangat tergantung dengan Ketentuan dan Ridho Allah Swt. (***)  





Jumat, 14 Juli 2017

PANDANGAN YUSRIL IHZA MAHENDRA TENTANG PERPU NO. 2 TAHUN 2017

PERPU NO. 2 TAHUN 2017 LEBIH LEBIH KEJAM DARI PENJAJAH BELANDA, ORLA DAN ORBA
Oleh Yusril Ihza Mahendra
Masih banyak warga masyarakat dan bahkan pimpinan Ormas Islam yang gembira dengan terbitnya Perpu No 2 Tahun 2017.

Mereka mengira Perpu ini adalah Perpu tentang Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia.

Padahal Perpu No. 2 Tahun 2017 ini adalah Perpu tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang isinya norma atau aturan tentang berbagai hal tentang organisasi kemasyarakatan. Perpu ini berlaku umum terhadap ormas apun juga di negara kita ini.
Perpu No. 2 Tahun 2017 ini memberikan peluang seluas-luasnya kepada Pemerintah, khususnya Mendagri dan Menkumham untuk menilai apakah suatu ormas itu antara lain "menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila" sebagaimana diatur dalam Pasal 59 ayat (4) huruf c Perpu ini.
Terhadap ormas yang melanggar pasal di atas dijatuhi sanksi administratif dan/atau sanksi pidana. Jadi bisa dikenakan salah satu atau kedua-duanya. Sanksi administratif bagi ormas berbadan hukum yang terdaftar di Kemenhumkam sebagaimana diatur dalam Pasal 61 ayat (1) Perpu ini adalah "pencabutan status badan hukum" oleh Menkumham. Pencabutan status badan hukum tersebut, menurut Pasal 80A Perpu ini sekaligus disertai dengan pernyataan pembubaran ormas tersebut.
Semua proses di atas berlangsung cukup dilakukan oleh Menkumham, baik sendiri ataupun meninta pendapat pihak lain. Tetapi proses pembubaran ormas tersebut dilakukan Menkumham tanpa proses pengadilan. Inilah esensi perbedaan isi Perpu ini dengan UU No. 17 Tahun 2013, yang mewajibkan Menkumham untuk lebih dulu meminta persetujuan pengadilan jika ingin membubarkan ormas. Ormas yang akan dibubarkan itu berhak untuk membela diri di pengadilan.
Dengan Perpu yang baru ini, Menhumkam dapat membubarkan ormas semaunya sendiri. Ini adalah ciri pemerintahan otoriter. Dalam praktiknya nanti, Presiden bisa secara diam-diam memerintahkan Menkumham untuk membubarkan ormas, tanpa Menkumham bisa menolak kemauan Presiden.
Selain sanksi administratif seperti di atas, diberi sanksi pidana dapat dikenakan kepada "setiap orang yang menjadi anggota dan/atau pengurus Ormas yang dengan sengaja dan secara langsung atau tidak langsung menganut faham yang bertentangan dengan Pancasila dan melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (4) tadi dapat "dipidana seumur hidup atau pidana penjara penjara paling singkat 5 (lima tahun) dan paling lama 20 (dua puluh) tahun" dan dapat pula dikenai dengan pidana tambahan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ini diatur dalam Pasal 82A ayat (2) dan ayat (3). Ketentuan seperti ini sebelumnya tidak ada dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang Ormas.
Jadi kalau ormas itu punya anggota 1 juta orang, maka karena organisasinya dianggap bertentangan dengan Pancasila dan melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (4) Perpu ini, maka 1 juta orang itu semuanya bisa dipenjara seumur hidup atau paling minimal penjara 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Ketentuan seperti ini sepanjang sejarah hukum di negeri kita sejak zaman penjajahan Belanda sampai zaman Orla, Orba dan Reformasi belum pernah ada, kecuali di zaman Presiden Jokowi ini.
Terhadap parpol yang dibubarkan di zaman Orla seperti Masyumi dan PSI, atau PKI yang dibubarkan di awal zaman Orba, ketentuan untuk memenjarakan semua anggota parpol yang bertentangan dengan dasar negara Pancasila itu, tidak pernah ada. Kalau kepada partai yang dibubarkan saja, anggota-anggotanya tidak otomatis dipidana, apalagi terhadap anggota ormas yang dibubarkan di zaman Orla dan Orba.
Karena itulah saya mengingatkan ormas-ormas Islam yang sangat antusias dengan lahirnya Perpu ini, karena mengira Perpu ini adalah Perpu pembubaran HTI atau ormas-ormas Islam "radikal" agar hati-hati dalam mengambil sikap. Sebab, dengan Perpu ini, ormas manapun yang dibidik, bisa saja diciptakan opini negatif, lantas kemudian diberi stigma sebagai ormas "anti Pancasila" untuk kemudian secara sepihak dibubarkan oleh Pemerintah.
Ormas-ormas Islam dan juga ormas-ormas lain, termasuk yayasan dan LSM, justru harus bersatu melawan kehadiran Perpu yang bersifat otoriter ini, tentu dengan tetap menggunakan cara-cara yang sah dan konstitusional. Kepada partai-partai politik yang punya wakil di DPR, saya berharap mereka akan bersikap kritis terhadap Perpu ini. Telaah dengan mendalam isi beserta implikasi-implikasinya jika Perpu ini disahkan DPR menjadi undang-undang.
Belitung, 14 Juli 2017.

Kamis, 13 Juli 2017

TINGGI & RENDAH (Cara Melihat, Pemaknaan serta Perspektif)

Seringkali kita silang sengketa pendapat tentang sesuatu hal dalam kehidupan. Lajim pula bagi kita langsung menerjemahkan serta menjustifikasi sesuai selera dan keinginan kita. Juga terlalu sering 'memaksakan' pemahaman dan keinginan kita tentang sesuatu kepada orang lain. Termasuk mempropaganda dan mengagitasi orang lain untuk ikut serta manut dengan apa yang kita pahami.
Cara-cara seperti itu lumrah terjadi diberbagai sudut kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya bahkan pada hal yang sangat sensitif seperti agama. 
Tentu kondisi ini memunculkan banyak tanya, misalkan kenapa orang melakukannya, apakah itu sikap kebanyakan masyarakat, apa yang melatarbelakangan sikap-sikap itu tumbuh subur. Dan Big Question-nya, bahwa Indonesia adalah negara beragama sebagaimana amanah dari nilai pancasila pertama - Ketuahanan Yang Maha Esa - apakah nilai keagamaan masyarakat Indonesia sudah luntur?

Bila melihat gambar ini, Apa Yang Anda Pikirkan? Mungkin saja anda mengatakan, "Ada gedung yang tinggi dan ada yang rendah", atau "Gedung yang ditengah tampak rendah dibanding gedung lain" atau "Seharusnya gedung yang di tengah ditinggikan agar sama dengan disebelahnya" atau justru ada melihat dari arsitekturnya "Kalau pun tidak terlalu tinggi, tapi gedung di tengah tampah lebih indah" atau dilihat dari penghuninya, "Gedung di tengah ditempat para pejabat penting daerah ini, sementara gedung lain masyarakat biasa" atau melihat dari fungsinya, "Gedung di tengah adalah pusat pemerintah daerah, sementara gedung lain ada pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, dan lainnya".
Ternyata semua yang anda pikirkan tentang gambar tersebut memiliki kebenaran, tapi bukan kebenaran mutlak. Artinya kalau kita berangkat dan cara melihat, pemaknaan dan perspektif yang anda bangun. Namun kalau menggunakan cara melihat, pemaknaan dan perspektif orang lain, bisa saja anda benar atau malah salah besar. Oleh karena itu, anda harus memiliki daya kompromi luar biasa agar tidak mengatakan orang lain ini itu dan itu ini. 
Begitu jugalah kita dalam melakoni kehidupan. Tentu kita harus mampu menahan diri sembari mempernyakan ilmu pengetahuan, meningkatkan wawasan serta menyuburkan baik sangka (khusnu zon), tidak hanya kepada sesama makhluk tapi juga kepada Sang Maha Pencipta Allah Swt.
Ketika bertemu seorang pengemis dan gelandangan misalnya, jangan buru-buru mengatakan "Dasar pemalas, taunya hanya minta-minta padahal badannya sehat dan kekar". Ada baiknya anda teliti dan selidiki dahulu, kenapa dia sampai menjadi pengemis dan gelandangan. Demikian hal ketika melihat seorang buruh kasar, lalu berkata, "Itulah akibat kalau tidak mau sekolah, melawan pada orangtua dan lain sebagainya" atau saat bertemu seorang pekerja seks komersial (PSK), tahan diri anda agar tidak mengatakan, "Dasar tidak bermoral, lemah agama, malas mencari pekerjaan lain, dan lain sebagainya".
Sebelum melontarkan itu semua, tentu sangat lebih arif dan bijaksana anda menjalan kemunikasi dengan yang bersangkutan, tanya kenapa menjadi seperti itu, dan lebih baiknya lagi berikan solusi dan jalan keluar. 
Kan bukan tidak mungkin, dia menjadi pengemis dan gelandangan karena keluarga sudah tidak ada lagi, dan belum ada yang rela membantunya (cara melihat, pemaknaan dan perspektif pengemis dan gelandangan, boleh jadi). Kan menjadi buruh kasar, bukan karena tidak berpendidikan atau tak punya skil. Tapi karena sempitnya lapangan pekerjaan di tengah kerasnya persaingan kehidupan (cara melihat, pemaknaan dan perspektif buruh kasar, boleh jadi). Menjadi PSK, bukan karena tak bermoral, bukan lemah agama dan malas mencari pekerjaan lain. Tapi itu terjadi karena terjebak, tuntutan ekonomi, tidak ada perusahaan yang bersedia menerima dan demi kelangsungan hidup, (lagi-lagi cara melihat, pemaknaan dan perspektif PSK, boleh jadi).  
Intinya tinggi dan rendahnya sesuatu, sangat tergantung dari mana kita melihatnya, seperti apa kita memaknainya dan perspektif apa yang kita bangun. Apalagi kalau kita melakukan pendekatan nilai-nilai agama Islam. Sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim menjelaskan : 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: (إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ). رواه مسلم
Artinya: Dari Abu Hurairah  ia berkata, Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)
Hadis ini mengajarkan kita, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan tinggi rendahnya (baik harta, jabatan, status, pekerjaan atau paras rupawan dan cantik jelita-nya seseorang). Tapi justru yang dilihat adalah hati dan perbuatan kita.
So...mari bersikap lebih arif, bijaksana dan tentu adil, sehingga kita tidak saja pandai melihat, memaknai dan membangun perspektif tentang sesuatu, tapi juga pandai melihat, memaknai serta menghargai perspektif yang dibangun orang lain. Semoga bermanfaat dan tulisan ini tidak dibuat untuk menyinggung apalagi mendeskriditkan orang atau kelempok tentu. wallau a'lam bishawaf.